3/07/2014

Berkebun Sawit Menggunakan Pupuk Hayati Bio P2000Z



Berkebun sawit dengan menggunakan pupuk hayati Bio P2000Z berarti kita telah memulai berkebun dengan memprsiapkan kondisi tanah yang benar-benar sesuai dengan keinginan tanaman. Sama seperti manusia yang dapat hidup dengan memanfaatkan apa yang telah disediakan alam untuk kita. 

Pedoman Teknis Budidaya Kepala Sawit Menggunakan Pupuk  Bio P 2000 Z.
 A. Pembibitan Kelapa Sawit
(Elaeis guineensis Jacq) tanaman yang dapat tumbuh baik di daerah tropis
Pembibitan bagian perkecambahan biasanya dilakukan secara khusus, dan supaya seragam dan bermutu maka dilakukan oleh penangkar.

1)  Penyemaian
·    Tanah sebagai isi polybag dipersiapkan dengan baik, komposisi yang baik terdiri dari : 50 % tanah subur, 25 % pupuk kandang, 25 %  pasir. yang telah dicampur kemudian media ini  diayak.
·    Hasil ayakan disemprotkan secara lamat-lamat dan merata larutan pupuk Bio P 2000 Z ( pupuk Bio P 2000 Z + phosmit+ air dengan perbandingan 1 : 1  : 200 ).
·    Kemudian  masukkan media tanah tersebut ke dalam polybag 15 x 23 cm sampai 1-2 cm sampai  2 cm di bawah tepi polybag.  
·    Kecambah yang memenuhi syarat untuk dipindahkan ke dalam pembibitan Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan berkecambah pada hari ke 4-5 dan akarnya lurus. 
·    Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak.


 Pemeliharaan Pembibitan
Penyiraman dilakukan dua kali sehari. Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.
Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :

Umur bibit (Minggu)
Pupuk Makro
Campuran dari
1 Bio P 2000 Z: 1 Bio P2000 Z: 1 Phosmit : 200 air
Komposisi
N:P:K:Mg
Banyak (Gram)
2
15 :15 :6 :4
2
1 liter per 1000 bibit
5
15 :15 :6 :4
4
2 liter per 1000 bibit
8
15 :15 :6 :4
6
3 liter per 1000 bibit
12
12 :12 :12 :2
8
4 liter per 1000 bibit
16
12 :12 :12 :2
10
5 liter per 1000 bibit
20
12 :12 :12 :2
12
6 liter per 1000 bibit
25
12 :12 :18 :2
16
8 liter per 1000 bibit
32
12 :12 :18 :2
20
10 liter per 1000 bibit

2.2. Penanaman
1). Penentuan Pola Tanaman
Penanaman sawit setelah mulai produksi pada umumnya dilakukan secara monokultur. Tumpangsari hanya dilakukan sebagai pengisi waktu  saat tanaman sawit masih kecil . Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.

2). Pembuatan desain  dan Lubang Tanam
Jarak tanam 9x9x9 m dengan arah timur barat dan utara. Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.
Desain dilakukan dengan menggulakan anjir supaya pembuatan lubang tepat. Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.

3). Pemupukan lahan awal.
Seperti dijelaskan di depan dalam persiapan lahan, pemupukan dilakukan dengan tujuan mengubah kondisi  kimia, fisik dan biologi tanah. Dengan demikian pemupukan dilakukan sebagai berikut:


Umur bibit (Minggu)
Pemupukan
Bio P2000 Z + Phosmit

Tujuan
1 bulan sblm tanam
Penggalian lobang
1 ½ liter Bio P 2000 Z + 1 ½ liter Phosmit + 200 s/d 300 liter air Disemprotkan di seluruh permukaan lahan 1 ha
Perbaikan sifat kimia, fisik dan biologi tanah

4). Penanaman bibit.
 .Penanaman di tengah lobang dan ditimbun dengan tanah bekas galian dan diberi penyangga agar tidak rubuh

3. Pemeliharaan Tanaman
1). Penyulaman dan Penjarangan
Penyulaman segera dilakukan pada tanaman yang  mati. Umur tanaman sebagai pengganti sulaman sebaiknya sama dengan umur tanaman yang ada di lahan ( untuk itu perlu adanya cadangan tanaman di pembibitan yang sama umurnya dengan tanaman yang di lahan). Penyulaman dilakukan sampai umur 1 ½  tahun setelah tanam. 

2). Penyiangan
Penyiangan dilakukan di sekitar tanaman dengan diameter sesuai dengan umur tanaman. Sebagai patokan diperkirakan sama dengan ujung terluar dari daun tanaman sawit.
Pada penyiangan ini sekaligus sebagai penggemburan tanah di sekitar tanaman.Penggemburan jangan sampai terlalu dalam karena dapat merusak akar tanaman.

3). Pemupukan
Pemupukan dilakukan secara periodic dengan jarak waktu dan dosis pupuk sesuai dengan umur tanaman. Pemupukan bertujuan untuk menyediakan unsur hara yang mudah diserap oleh tanaman dan dapat dilakukan secara efektif ( kena sasaran) dan efisien ( tidak banyak yang terbuang dengan sia-sia. Untuk memenuhi hal tersebut diperlukan pupuk hayati Bio P 2000 Z yang berfungsi sebagai pengolah bahan alami baik dari udara (N,C, H2O, O2) , dari tanah yang terikat dalam persenyawaan maupun pupuk an organik pemberian. Keseluruhan unsur hara tersebut diolah dan disimpan serta disediakan oleh mikroba yang ada di pupuk Bio P 2000 Z.

 Jadwal, dosis pemupukan adalah sebagai berikut:
Umur tanaman (bulan)
Pupuk an Organik (kg/ha) Urea: TSP: KCL/ MOP: Klieserit: Borax
Pemupukan Bio P 2000 Z
0 bln

2 liter per ha
3 bln
200 : 100  :175 : 75 : 20
1 ½  liter per ha
6 bln
200 : 100  :175 : 75 : 20
1 ½  liter per ha
9  bln
-
1 ½  liter per ha
1 th
200 : 100  :175 : 75 : 20
1 ½  liter per ha
1 th 3 bln
-
1 ½  liter per ha
1 th 6 bln
300 : 200  : 300 : 300 : 30
1 ½  liter per ha
1 th 9 bln
-
1 ½  liter per ha
2 th
300 : 200  : 300 : 300 : 30
1 ½  liter per ha
2 th 3 bln
-
1 ½  liter per ha
2 th 6 bln
300 : 200  : 300 : 300 : 30
1 ½  liter per ha
2 th 9 bln
-
1 ½  liter per ha
3 th
600 : 400  : 600 : 600 : 30
1 ½  liter per ha
2 th 3 bln
-
1 ½  liter per ha
2 th 6 bln
600 : 400  : 600 : 600 : 30
1 ½  liter per ha
2 th 9 bln
-
1 ½  liter per ha
3 th
1000 :600 :1000 :1000 :40
1 ½  liter per ha
3 th 3 bln
-
1 ½  liter per ha
3 th 6 bln
1000 :600 :1000 :1000 :40
1 ½  liter per ha
3 th 9 bln
-
1 ½  liter per ha
4 th
1000 :600 :1000 :1000 :40
1 ½  liter per ha
4 th 3 bln
-
1 ½  liter per ha
Dst
1000 :600 :1000 :1000 :40
1 ½  liter per ha

Bio P 2000 Z adalah pupuk hayati dan sekaligus pupuk organik cair. Cara penggunaannya dapat dilakukan dengan 2 cara.
Cara I.  Dicampur  dengan air.
a)       Menggunakan PHOSMIT
Dilakukan dengan mencampurkan pupuk Bio P 2000 Z dengan pencampur  dan air dengan perbandingan komposisi adalah:
1 ½  pupuk Bio P 2000 Z + 1 ½ Phosmit  + 300 liter  air langsung dicampurkan dan disemprotkan.

4). Pemangkasan Daun
Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:
a.    Pemangkasan pasir.
Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
b.    Pemangkasan produksi pemotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
c.    Pemangkasan pemeliharaan
Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.

5). Kastrasi Bunga
Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.

  6). Penyerbukan Buatan
Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.
a.    Penyerbukan oleh manusia
Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.

Cara penyerbukan:
1.       Bak seludang bunga.
2.       Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.
b.    Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit
Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.

2.4.  Hama dan Penyakit
1).  Hama
a.  Hama Tungau
Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.
b.   Ulat Setora
Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.
 2). Penyakit
a.   Root Blast
Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar. Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.
b. Garis Kuning
Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun. Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan Natural GLIO sejak awal.
c. Dry Basal Rot
Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang. Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering. Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.. Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan.

1). Umur Panen
Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen.
 
CARA MENGGUNAKAN PUPUK HAYATI BIO P 2000 Z      
A.   Dengan cara fermentasi.
-       Siapkan air 20 liter di ember, berikan 1 kg gula dan 1 kg urea.
-       Aduk hingga merata, dan tuangkan 1 liter pupuk bio P 2000 Z.
-       Diamkan 48 jam, setiap 1 liter air fermentasi  tambahkan 6 liter air
-       Waktu pagi sebelum pkl. 10.00 atau sore  sesudah pkl 16.00.
-       Dalam 1 ha digunakan 1 ½ liter BIO P 2000 Z yang difermentasikan.


  B.   Dengan cara menggunakan dicampur “PHOSMIT”
Phosmit berfungsi sebagai zat yang mampu membangunkan mikroba dari kondisi tidur, dan sekaligus sebagai bahan makanan untuk tanaman maupun mikroba. Dengan demikian, daya kerja penggabungan Bio P 2000 Z dan Phosmit dibuat saling mendorong pertumbuhan tanaman.


-      Siapkan air 200 liter air tambahkan pupuk Bio P 2000 Z 1 liter dan 1 liter phosmit dan siap digunakan untuk lahan 1 ha ke tanah dan tanaman.
-      Waktu pagi sebelum pkl. 10.00 atau sore  sesudah pkl 16.00.


0 komentar:

Posting Komentar